Model Bisnis Ramah Pelanggan: Pay as You Go

Model bisnis pay as you go adalah salah satu cara menghasilkan uang dengan menetapkan pembayaran sesuai dengan pemakaian pengguna. Pada bisnis tradisional, masih banyak dari mereka yang menggunakan model bisnis ini. Seperti contoh, ketika anda pergi ke pangkas rambut, maka anda hanya membayar sekali untuk jasa tersebut. Pada dunia bisnis, jika kamu mengenal layanan Email Blast, MailChimp, maka kamu akan lebih mudah memahami apa itu model bisnis pay as you go.

MailChimp memiliki opsi pay as you go sehingga pengguna tidak perlu langganan bulanan, tetapi cukup membayar sesuai yang dipakai. Berkisar antara $0,02 hingga $0,03 per Email, pengguna dapat langsung menggunakan jasa ini. Jika kamu ingin Email ke 1000 pengguna, tentunya kamu hanya perlu membayar sekali sebesar $30. Opsi ini biasanya sangat memanjakan pengguna yang ingin menggunakan jasa ini hanya dalam sekali waktu.

Tak kalah menarik dengan MailChimp, M-KOPA, perusahaan yang didirikan sejak 2012 di Kenya ini cukup unik dengan menawarkan energi solar dikarenakan listrik di negara tersebut merupakan sebuah kelangkaan. M-KOPA juga mengetahui kebiasaan warga di sana yang senang membayar listrik melalui telepon seluler. Walaupun menurut pemerintah di sana $200 sudah murah dalam instalasi solar panel untuk satu rumah, tetap saja bagi warga di sana itu terlalu mahal.

M-KOPA memungkinkan warga di sana dapat instalasi panel solar namun hanya membayar sedikit-sedikit sesuai penggunaan. 50 sen saja itu cukup untuk satu hari dan digunakan sebagai lampu, mengisi daya telepon seluler, dan menyalakan radio. Mereka cukup membayar lewat telepon seluler. Ketika tidak membayar, maka listrik otomatis akan mati, namun jika sudah membayar, listrik akan hidup dalam waktu lima menit. Hingga 2017 akhir saja mereka sudah mempunyai 600.000 keluarga sebagai pengguna.

Berdasarkan dua perusahaan di atas, memang model bisnis ini bisa dibilang berlawanan dengan model bisnis berlangganan. Jika berlanggan, kamu juga membayar ketika kamu tidak memakai jasa tersebut. Memang terlihat pay as you go nyaman bagi pengguna. Akan tetapi, kita juga harus melihat dari sisi cash flow perusahaan. Perusahaan harus benar-benar memikirkan bahwa pasar bisnisnya luas dan mempunyai purchasing power yang kuat dalam menerapkan bisnis pay as you go. Sesaat kita memanjakan pengguna karena model bisnis ini berjalan karena memuaskan keinginan dan kebutuhan pengguna dalam sesaat. Walaupun begitu, kamu juga harus memperhatikan retensi pengguna agar mereka loyal terhadap jasa ini seperti hal nya M-KOPA.

Artikel ini dikemas ulang dari buku Stratup Business Model milik Hendry E. Ramdhan (2016) halaman 70-72.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *