Model Bisnis Iklan: Menghasilkan namun Tidak Secepat yang Kamu Pikirkan

Iklan merupakan model bisnis jangka panjang dari sebuah perusahaan yang sudha mempunyai banyak jenis demografi di dalam platformnya. Jika membahas model bisnis iklan dengan sumber pendapatan terbanyak, tentunya kita merujuk pada perusahaanFacebook. Tahukah kamu bahwa 4/5 dari pendapatan Facebook itu berasal dari iklan? Bahkan jika lebih ekstrim lagi, ternyata Xiaomi ternyata salah satu perusahaan yang memakai model bisnis ini. Namun kali ini kita akan lebih membahas jenis iklan di Facebook dari sisi tujuan pengguna dalam mengiklankan produk.

 

Promosi Post (Status)

Facebook tentunya mempunyai banyak pengguna yang mempunyai ketertarikan pada suatu hal yang sangat beragam. Postingan berupa status, foto, video, dan website linkke target audiens yang lebih luas tentunya akan meningkatkan interaksi terhadap postingan tersebut

 

Promosi Halaman (Page)

Facebook juga mempunyai kekhususan bagi anda yang ingin membuat page untuk meningkatkan engagementpada pengguna. Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan ini dalam menambah pengguna dan menambah likes

 

Klik Menuju Situs Web atau Download Aplikasi Tertentu

Sebuah hyperlink yang akan memandu target audience untuk klik link websiteyang anda sematkan di promosi. Ini sebenarnya adalah bagian dari teori call-to-action (CTA). Teori bercerita tentang bagaimana kamu menjembatani antara promosi dengan pengambilan keputusan. (Exposur, Perhatian, Interpretasi). Ketika produk kamu sudah dalam tahap memori dan pengambilan keputusan, maka pengguna hanya tinggal klik saja tanpa harus mencari lagi di website

Secara garis besar, kamu dapat menggunakan model bisnis ini jika kamu telah mempunyai pengguna atau pembaca dalam jumlah besar di platform yang kamu buat. Kamu sebagai yang mempunyai platform tentunya dapat melakukan profiling pengguna sehingga dapat mengetahui perusahaan apakah yang cocok iklan di perusahaan kamu.

Tertarik memakan model bisnis ini? Kumpulkan dulu pengguna minimal satu juta orang ya di platform kamu!

 

Artikel ini dikemas ulang dari buku Stratup Business Model milik Hendry E. Ramdhan (2016) halaman 61-62.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *